Social Icons

Beranda

Sabtu, 08 September 2012

KAWAN DARI KAWANKU


Malam ini Ku Coba melakukan refleksi psikologi dari sebuah catatan sejarah pada kurang lebih 365 hari yang silam.. yah pada suatu pertemuan di salah satu media sosial yang nge-trend dikalangan muda-mudi.
Ketika Ku tak Lupa..Kala itu iseng kukomentari status seorang kawan, dan tak lama berselang kawan dari kawankupun ikut berkomentar pada sebuah status yang Ahh.. sudah kulupa tema dari status tersebut..
Kontalasi idekupun saat itu berpaling dan tak berkonsentrasi lagi pada status kawanku yang kukomentari, tetapi sentralisasi mata,hati, dan fikiranku berfokus pada satu titik yang kuanggap menawan pada tampilan foto profil kawan dari kawanku tersebut.
Kujalankan Ideopol Stratak yang kupunya sembari berbasa-basi dengan tujuan sederhana (Menarik perhatian dan konsentrasi kawan dari kawanku untuk terhanyut dalam konsentrasi yang kubangun.
Stratak yang coba ku usungpun mujarab hingga Ketika Ku tak lupa saat itu langsung kupinta No Contak Kawan dari kawanku itu melalui kawanku sendiri, ketika aku tak lupa lagi saat itupun kucoba lakukan follow up dari komunikasi sederhana diawal senggamah canda status kawanku lewat media komunikasi seluler agar kutemukan titik singgung keabraban kawan dari kawanku.
Ya..ya..ya... lagi-lagi Stratak-Ku berhasil.. komukasi yang kubangun cukup efektif, kausalitas tersebut didukung oleh sosoknya yang komunikatif, agresif, dan lumayan heboh.. sehingga titik singgung keakrabanpun mulai terbangun.
Detik, Menit, Jam, serta hari demi-hari berlalu, ketika aku tak lupa bina suasanapun makin harmonis. Niatan awal untuk melakukan silaturahmi humanis juga berpaling pada orentasi silaturahmi batin, hukum aksi reaksi perhatianpun sahut-menyahut, sapa-menyapa serta balas-membalas, entah apa yang menjadi Kausa reaksi tersebut bahkan rotasi waktupun tak mampu memberikan sanggahan dan menjawab proses waktu silaturahmi batin itu berlangsung begitu cepat.


Sampai dalam suatu waktu yang ketika aku tak lupa sengaja kubuat moment pertemuan untuk dapat melihat wujud materi dari rupa yang rupawan itu,, yah.. tak lain rupa kawan dari kawanku yang menjadi mediator tunggal perkenalanku saat itu.
Ketika aku tak lupa lagi,, moment pertemuan tersebut berlangsung pada salah satu tempat makan produk kapitalis yang berlokasi di Perempatan Jalan Hasanuddin..
Suasana komunikasi saat itu menjadi vakum dan tidak produktif antara aku dan kawan dari kawanku, yah.. mungkin masih dalam kondisi yang kalau tak lupa dalam istilah anak gaul disebut “JAIM”.. yah tak apalah asalkan aku dapat menikmati pesona rupawannya secara langsung dan sambil melakukan komunikasi pribadi dalam batinku “Aku tak salah berkenalan”.. suatu rasa kesyukuran yang kupanjatkan sendiri.. tapi firasatku juga saat itu mungkin IA juga melakukan komunikasi yang sama dalam batinnya.. yah. Itupun sekali lagi ketika aku tidak salah.
Rotasi waktu kurasakan begitu cepat saat itu, sampai moment indah kali itu harus di intrupsi oleh dering seluler kawan dari kawanku yang mengisyaratkan bahwa Ia harus segera bergegas meninggalkan forum silaturahmi perdana kami.
Kembali rotasi waktu memutar dan grafitasi semesta makrokosmospun berjalan mengiringi suasana insting eros untuk dapat saling merapatkan perasaan, hingga ketika aku Tak lupa subuh itu dalam momentum Indah Ramadhan melalui komunikasi pesan singkat media seluler hadirlah grafitasi tarik menarik diantara aku dan kawan dari kawanku untuk melegalkan silaturahmi batin ini dengan satu ikatan kesepakatan non formal untuk saling menjaga dan membuat hukum aksi-reaksi dalam bentuk perhatian dan kasih sayang..
Begitulah Refleksi Romantika Itu Ketika Aku Tak Lupa,,
Tetapi Sampai Detik ini, Aku Tak Akan Pernah Lupa Akan Sosok Indah Kawan dari Kawanku Serta Kawanku Itu Sendiri Yang Menjadi Mediator Tunggal Pertemuan Kami.
Bulukumba, 9 September 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar