Sejauh kacamataku memandang dan menyimak kondisi objektif
aktivitas dunia lembaga intra maupun extra kampus yg berpijak pada
landasan nilai-nilai Idealisme, sebagian besar telah mengalami apa yang
disebut sebagai "Degradasi Wujud" Lembaga hari ini telah kehilangan
Identitas "Jati Diri" dan tak tau lagi apa yg menjadi Visi Misi dari
diri masing-masing.
Fenomena ini terjadi mungkin disebabkan oleh
budaya Oppurtunitas "Ikut-ikutan" dalam berlembaga.. Sebagian dari
beberapa person mungkin hanya terstimulisasi oleh faktor : Pertama,
"Gengsi" Yakni merasa malu ketika tidak bergabung dalam suatu lembaga
atau faktor yang Kedua "Ajang Aktualisasi".. Yakni akan merasa bangga
ketika telah menyandang status sebagai "Pengurus Lembaga" sehingga apa
yang menjadi Identitas dalam suatu lembagapun hilang dengan sendirinya..
Adapun
sebagian lagi yang tidak termasuk dalam kategori yang pertama atau yang
kedua tetapi toh juga tak mampu memunculkan suatu warna yang
menunjukkan suatu identitas dalam suatu lembaga karena sebagian dari
mereka telah meninggalkan Budaya "Ngumpul" atau budaya "Diskusi"
sehingga tak melahirkan difusi informasi, Sharring, atau untuk
bersenggamah ide guna menetaskan suatu program-program inovasi guna
mensukseskan visi misi dalam berlembaga..
Perlu kita pahami
bersama bahwa pemaknaan jalannya roda organisasi tidak sekedar dipandang
pada konteks "Hasil" dengan indikator seberapa banyak program yang
telah dikerjakan..
Tapi juga pada konteks "Proses"..dan perlu
kita pahami pula bahwa pemaknaan "Proses" dalam hal ini juga termasuk
saat kita melakukan aktivitas "Ngumpul" dan melakukan diskusi terhadap
apa yang akan dilakukan kedepan.
Hilangnya budaya ini
akan menjadi "Sebab" (dalam hukum kausalitas) dan akhirnya
mengakibatkan : "Pertama" tumpulnya pisau analisa dan kepekaan sosial
diantara mereka.. Karena otak dan akal telah lama mengkristal akibat
tidak difungsikan lagi untuk berfikir.. Akibat yang "Pertama" kemudian
akan.menjadi sebab kembali dan memunculkan akibat yang "Kedua" yakni
timbulnya candu (ketergantungan) pada beberapa orang pendahulunya yang
diberi julukan "Senior".. Segala bentuk permasalahan baik yang bersifat
internal maupun eksternal organisasi yang seharusnya dapat dianalisa
dan diselesaikan sendiri akhirnya selalu cenderung menunggu
Fatwa/arahan/petunjuk/perintah dari senior.. Bak Kerbau yang menunggu
ditarik kemudian mau bergerak atau bak lembuh, kuda,keledai yang
menunggu dicambuk lalu mau bekerja/bertindak.
Akibat yang
"Kedua" pun juga akan menjadi sebab bagi akibat yang "Ketiga" yang bagi
saya sangat ironis dimana terkadang pada suatu kondisi tertentu ada
beberapa oknum yang menggunakan predikat "Senioritas" yang telah
lama.mengubur nilai2 Idealismnya untuk kemudian memanfaatkan atau
menunggangi aksi-aksi/tindakan dalam dunia kelembagaan untuk
kepentingan yang sifatnya pragmatis..
Entah sadar ataupun tidak.. Identitas Dan Jatidiri Lembaga Ada Pada Diri Kita Masing-Masing..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar