Social Icons

Beranda

Selasa, 05 Februari 2013

MENCARI IDENTITAS YANG HILANG

Sejauh kacamataku memandang dan menyimak kondisi objektif aktivitas dunia lembaga intra maupun extra kampus yg berpijak pada landasan nilai-nilai Idealisme, sebagian besar telah mengalami apa yang disebut sebagai "Degradasi Wujud" Lembaga hari ini telah kehilangan Identitas "Jati Diri" dan tak tau lagi apa yg menjadi Visi Misi dari diri masing-masing.
Fenomena ini terjadi mungkin disebabkan oleh budaya Oppurtunitas "Ikut-ikutan" dalam berlembaga.. Sebagian dari beberapa person mungkin hanya terstimulisasi oleh faktor : Pertama, "Gengsi" Yakni merasa malu ketika tidak bergabung dalam suatu lembaga atau faktor yang Kedua "Ajang Aktualisasi".. Yakni akan merasa bangga ketika telah menyandang status sebagai "Pengurus Lembaga" sehingga apa yang menjadi Identitas dalam suatu lembagapun hilang dengan sendirinya..
Adapun sebagian lagi yang tidak termasuk dalam kategori yang pertama atau yang kedua tetapi toh juga tak mampu memunculkan suatu warna yang menunjukkan suatu identitas dalam suatu lembaga karena sebagian dari mereka telah meninggalkan Budaya "Ngumpul" atau budaya "Diskusi" sehingga tak melahirkan difusi informasi, Sharring, atau untuk bersenggamah ide guna menetaskan suatu program-program inovasi guna mensukseskan visi misi dalam berlembaga..
Perlu kita pahami bersama bahwa pemaknaan jalannya roda organisasi tidak sekedar dipandang pada konteks "Hasil" dengan indikator seberapa banyak program yang telah dikerjakan..
Tapi juga pada konteks "Proses"..dan perlu kita pahami pula bahwa pemaknaan "Proses" dalam hal ini juga termasuk saat kita melakukan aktivitas "Ngumpul" dan melakukan diskusi terhadap apa yang akan dilakukan kedepan.

Hilangnya budaya ini akan menjadi "Sebab" (dalam hukum kausalitas) dan akhirnya mengakibatkan : "Pertama" tumpulnya pisau analisa dan kepekaan sosial diantara mereka.. Karena otak dan akal telah lama mengkristal akibat tidak difungsikan lagi untuk berfikir.. Akibat yang "Pertama" kemudian akan.menjadi sebab kembali dan memunculkan akibat yang "Kedua" yakni timbulnya candu (ketergantungan) pada beberapa orang pendahulunya yang diberi julukan "Senior".. Segala bentuk permasalahan baik yang bersifat internal maupun eksternal organisasi yang seharusnya dapat dianalisa dan diselesaikan sendiri akhirnya selalu cenderung menunggu Fatwa/arahan/petunjuk/perintah dari senior.. Bak Kerbau yang menunggu ditarik kemudian mau bergerak atau bak lembuh, kuda,keledai yang menunggu dicambuk lalu mau bekerja/bertindak.

Akibat yang "Kedua" pun juga akan menjadi sebab bagi akibat yang "Ketiga" yang bagi saya sangat ironis dimana terkadang pada suatu kondisi tertentu ada beberapa oknum yang menggunakan predikat "Senioritas" yang telah lama.mengubur nilai2 Idealismnya untuk kemudian memanfaatkan atau menunggangi aksi-aksi/tindakan dalam dunia kelembagaan untuk kepentingan yang sifatnya pragmatis..

Entah sadar ataupun tidak.. Identitas Dan Jatidiri Lembaga Ada Pada Diri Kita Masing-Masing..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar